Mengenal Lebih Dekat Kain Batik

Ramadhan tiba, lebaran di depan mata. Apa yang biasanya kita siapkan untuk menemani kegiatan kita selama bulan ramadhan dan apa saja yang biasanya kita beli untuk menyambut hari raya Idul Fitri? Sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia kalau menjelang lebaran kita akan berbelanja pakaian baru. Dari mulai alat sholat, peci, sarung, baju koko, kemeja batik, sampai sandal atau sepatu baru. Bagi sebagian penggemar batik mungkin kamu sering membelinya dalam bentuk kemeja. Selain bisa dipakai untuk ngantor atau kondangan, kemeja batik juga bisa untuk dipakai ke masjid. Sebagai warga dan anak muda Indonesia ada baiknya kita harus mengenal sejarah batik, paling tidak kita memiliki pengetahuan mengenai batik. Nah mari kita belajar lebih banyak dan mengenali lebih dekat kain batik dari mulai bahan, motif, dan kreasi kain batik dalam model kemeja batik terbaru.

Jenis Batik Menurut Teknik Pembuatannya

Batik Tulis | jadiberita.com
Batik Tulis | jadiberita

Secara teknik pembuatan batik dibagi kedalam 3 jenis. Ada batik tulis, batik cap, dan batik lukis. Sudah tau dong ya kalo corak batik tulis itu dibuat dengan menggunakan canting yang berisi lilin panas yang akan menjadi corak nantinya. Proses pembuatan batik tulis ini biasanya memakan waktu yang lama bisa 2-3 bulan. Berbeda dengan batik tulis, batik cap dibuat dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari tembaga yang telah dibentuk sedemikian rupa menjadi sebuah pola gambar motif tertentu. Yang terakhir adalah batik lukis. Kalo ini jelas pembuatannya dilakukan dengan cara melukis langsung diatas kainnya.

Jenis Batik Berdasarkan Daerah Asal

Ada banyak sekali daerah di Indonesia yang terus menjaga melestarikan budaya batik. Beberapa daerah itu masih terus mebuat batik dengan corak khas yang dimilikinya. Namun yang sudah terkenal atau paling sering kita dengar adalah misalnya batik pekalongan, batik cirebon, batik madura, batik solo, dll. Masing-masing memiliki ciri khas yang unik seperti batik cirebon dengan mega mendungnya, batik madura dengan warna-warninya yang cerah dan berani, dll.

Jenis Batik Berdasarkan Corak

Bagi orang awam atau kebanyakan orang yang bukan pemerhati seni batik. Mungkin akan sedikit sulit mengenali dan membedakan motif batik. Semua tampak seperti sama saja batik. Namun bila kita perhatikan lebih detil, maka akan terlihat perbedaannya. Seperti motif keraton yang menggambarkan filosofi kehidupan, batik pringgodani dengan warna-warna gelap dan gambar naga.

Kreasi Batik

Karena sejatinya kain batik adalah untuk dipakai maka kreasi batik itu berupa sarung batik, kemeja bahkan pakaian perempuan. Ada juga yang mengkreasikannya mejadi tas, jaket hingga model kemeja batik terbaru.

Kemeja Batik | mataharimall.com
Kemeja Batik | mataharimall.com

Kemeja Batik

Sekarang ini makin banyak corak dan model kemeja batik terbaru. Banyak juga jenis kain batik yang sebelumnya tidak pernah dibuat kemeja tapi sekarang dipake untuk kemeja. Bahannya pun ada yang dari katun sampe bahan semi sutera. Banyak produsen pakaian yang memperbanyak koleksi kemeja batiknya seiring permintaan pasar yang terus meningkat. Bahkan toko-toko dan mall online pun makin banyak menghadirkan koleksi kemeja batik terbaru yang modern dengan beragam gaya dan corak.

Jaket Batik

Memang jarang sekaliĀ  ditemui batik dalam bentuk jaket. Tapi bagi pencinta baik pasti punya koleksi jaket batik. Berkembangnya mode di Indonesia menjadikan para perancang busana membuat kreasi batik dalam hal yang tidak biasa seperti jaket.

Tas Batik

Ini juga belum terlalu banyak tersedia di pasaran. Kalopun kita mau, biasanya harus bikin secara custom order kepada pengrajin ataupun produsen tas. Namun begitu, jenisnya sudah banyak dari tas batik pria hingga wanita.

Sekarang bukan sekedar memakainya saja, tapi juga mengenal sedikit mengenai batik. Kita sebagai generasi masa depan harusnya bisa terus melestarikan dan menyebarkan kecintaan terhadap batik dengan memakai kreasi-kreasinya.

Advertisements

Life is about solving problems

Basa-basi bagi sebagian orang mungkin terlihat sebagai sesuatu yang tidak berguna, buang2 waktu, mengurangi produktivitas, dan gak penting. Dari pada harus berkerumun dan ngobrol ngalor-ngidul dengan teman kantor/teman di libgkungan sekitar, lebih baik mengerjakan sesatu yang lebih bermanfaat, menyelesaikan pekerjaan/seuatu yg lebih penting. Kalo kita hitung2an matematis, memang betul waktu 1 jam saja bisa berarti banyak jika digunakan untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan kita.

Tapi, hidup ini tidak hanya soal mengerjakan tugas lalu pulang, lalu tidur. Kita hidup di tengah2 masyarakat, dengan budaya sosial. Jika di amerika, mungkin kamu bisa lewat depan kerumunan orang tanpa perlu menyapa, apalagi kepada orang yang tidak kita kenal. Tapi di Indonesia, kita harus permisi untuk menghormati orang lain. Yah, baru2 ini saya menyadari sesuatu yang selama ini luput dari perhatian saya saat bekerja. Sejak bangun tidur, dan selama di perjalanan menuju kantor. Fokus saya hanya 1 yaitu pekerjaan yang harus diselesaikan pada hari itu. Tanpa memperdulikan siapa yang menyapa saya saat berjalan dari rumah menuju jalan raya. Gak mau tahu apa yang terjadi disekitar, yang saya tau saya sedang berjalan menuju kantor, dan saya harus bekerja. Saat di tiba di tempat kerja pun, saya tidak pernah benar2 berbaur dengan orang2 yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Saya fokus bekerja, hingga akhir hari. Dan pulang. Well, apa itu namanya? Introvert, anti sosial, atau pemalu? Saya gak tahu, yang jelas saya merasa yang saya lakukan itu salah.

Dari mana indikatornya? Saya tidak merasa nyaman ketika rekan kerja saya teman ngobrol saya yang cuma satu orang tidak hadir/tidak berada di di pihak saya. Dari sana, saya mulai merasa bahwa saya sendirian. Gak ada lagi teman ngobrol. Karena sehari2 selama bekerja, saya hanya ngobrol dan akrab dengan satu orang. Dengan yg lain hanya sebatas basa-basi tanpa pernah benar2 ngobrol. Jika ini disebut sebagai introvert, mungkin ya. Karena saya hanya berbicara kepada orang yang benar2 saya kenal, dekat. Tapi jika saya membayangkan, saya berada di tempat lain dengan pekerjaan lain, lingkungan yang berbeda, dan orang2 yang berbeda. Mungkin saya akan lebih terbuka. Pekerjaan, lingkungan, dan orang seperti apa yang saya maksud? Ada banyak faktor yang membuat sikap saya bisa berbeda di satu tempat dengan tempat lain. Di tempat saya bekerja saat ini, saya dibesarkan, saya lahir di tempat ini, menghabiskan masa kecil saya, hingga dewasa. Lingkungan yang penuh dengan intimidasi, bully, dan hal negatif lainnya. Sejak kecil saya sudah berbeda dari teman2 saya. Mereka begitu liar, nakal, dominan, sementara saya hanya anak pendiam, polos, cuma ikut2an, gak punya pendirian, dengan tubuh pendek dan sedikit gemuk. Dengan keadaan saya seperti itu sudah cukup pantas untuk jadi bahan olok2an teman yang besifat dominan dan berkuasa. Selama bertahun2 saya hidup seperti itu, tidak terlalu dihargai, tidak dianggap, dan disepelekan oleh lingkungan sekitar. Saya tidak tahu bagaimana awal mulanya hingga saya jadi introvert seperti ini. Apakah karena sering disepelekan maka saya jadi tertutup, atau karena sifat saya yang tertutup maka orang lain menyepelekan, dan mengucilkan saya.

Saya gak ngerti, sepertinya saya butuh ngobrol dengan psikolog untuk hal ini.
Mungkin pengalaman negatif di masa lalu yang menjadikan saya berlaku seperti sekarang (tertutup) di tempat kerja, mengalami kejadian buruk selama bertahun2 telah cukup membuat memori itu melekat dengan kuat di alam bawah sadar saya. Mungkin.
Kenapa saya menyimpulkan seperti itu? Kenapa saya berpikir bahwa lingkungan dan orang2 menjadi salah satu penyebab ketertutupan saya?
Ketika saya berada di luar lingkungan ini, saya bisa lebih terbuka terhadap orang lain, saya lebih ekspresif, saya seorang yang cukup PD, terbukti dengan beberapa prestasi yang saya raih saat di bangku sekolah, saya selalu berani tampil di depan banyak orang saat acara2 pentas, saya selalu masuk ranking 5 besar di kelas, saya terpilih menjadi siswa teladan mewakili sekolah, saat smp saya terpilih menjadi ketua dewan penggalan pramuka, saya begitu aktif dalam kegiatan ekskul sekolah. Saya begitu populer, banyak wanita yang menginginkan saya, kepercayaan diri saya meningkat, saya adalah seseorang yang berbeda ketika diluar. See? Jadi apa ini namanya?

Sudah dulu ya, nanti dilanjut lagi, bhay

Curhatan Seorang CEO

Saya lagi bingung nyari teman atau partner untuk mengembangkan E-Commerce fashion gudboi.com . GUDBOI sendiri adalah website portal fashion pria, dan dalam 3 bulan kedepan akan meluncurkan E-Commerce.

Apa yang saya miliki?

Saat ini gudboi.com terdiri dari Founder & CEO, Co-Founder, dan Contributor. Kami menjalankan start up ini dengan pendanaan sendiri.

Apa yang saya butuhkan?

Saya menyadari untuk membangun sebuah start up dibutuhkan teamwork. Sementara GUDBOI saat ini sedang berada dalam tahap mencari tim itu sendiri. Kalo melihat start up yang sukses sekarang seperti facebook, dan kisah sukses lainnya. Para pendirinya merupakan teman kuliah yang sama-sama memiliki passion di bidang yang sama. Namun bagi saya yang sudah tidak kuliah, sangat sulit untuk bisa menemukan teman atau rekan yang memiliki pandangan yang sama dalam hal ini bisnis. Selain itu faktor lokasi juga memberi andil yang besar terhadap kemajuan sebuah start up. Dan saya memiliki masalah keduanya, saya memiliki sedikit koneksi/network dan saya tinggal di daerah. Apa yang salah dengan tinggal di daerah? Sebetulnya begini, daerah tempat tinggal saya sendiri masyarakatnya memiliki perekonomian yang maju. Di daerah saya, banyak home industri dengan skala nasional. Bahkan daerah ini menjadi sumber mata pencaharian para pencari kerja dari berbagai daerah di sekitarnya. Bisa dibilang, daerah ini sangat maju dibandingkan daerah lain di sekitarnya. Lalu apa masalahnya? Masalahnya adalah, bidang yang sedang saya jalankan sekarang berbeda dengan yang ada disini. Maka Co-Founder saya pun berasal sari luar kota. Nah, saya ingin menambah jaringan pertemanan saya untuk sekadar ngpbrol bertukar pikiran. Orang-orang yang memiliki mimpi dan passion yang sama.

Untuk membuat E-Commerce dibutuhkan beberapa orang yang tergabung dalam satu tim. Dari mulai orang yang ngurus perekrutan karyawan, photographer, designer, web developer, customer service, fashion stylist, dll. Sementara saya masih ngurusin semua ini sendiri, dari mulai nyari talent, ngurusin web, bikin kontrak, ngatur keuangan, bayar gaji karyawan, dll. Saya butuh seseorang yang bisa bantu saya buat menghandle sebagian dari tugas di atas. Saya masih butuh satu orang lagi untuk bisa mendiskusikan ide saya. Saya butuh satu Co-Founder lagi, dan seorang Manager. Bagi teman-teman yang memiliki keahlian seperti yang saya sebutkan diatas, atau mau sekadar ngobrol. Silakan hubungi saya melalui Email: saefulmi@gmail.com SMS/WA: 08996300100 . Saya akan sangat senang bila teman-teman menghubungi saya:)

2014 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 4,300 times in 2014. If it were a NYC subway train, it would take about 4 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Tidak Punya Teman Setelah Lulus Kuliah

Sehari-hari kerja di depan komputer. Ketika akhir pekan tiba lalu pergi ke toko buku, untuk melemaskan saraf otak yang kaku. Muter-muter keliling mall sendirian, sambil beli beberapa keperluan. Ada jam tangan bagus, beli ah. Cape keliling bikin perut laper. Akhirnya nyari tempat makan. Gak mau di tempat rame, takut diliatin dan dikatain jomblo. Ini malam minggu, semua orang yang makan disini berdua bareng pasangannya. Nyari makan diluar mall aja ah. Pas lagi jalan menuju pintu keluar tiba-tiba ketemu sama temen lama. Namanya Aini, dia bareng pacarnya. Ngobrol basa-basi bentar, trus langsung cabut. Sampe di tempat makan seperti biasa nyari tukang ketoprak karena memang favorit dan murah. Pesen, makan sendirian sebelahan sama pasangan muda yang juga lagi makan, mereka bawa anak umurnya kira-kira 3 tahun. Sambil makan, sambil ngiri liat mereka yang terlihat begitu bahagia. Jadi pengen nikah. *skip* beres makan lanjut belanja lagi. Muter-muter beli ini itu, terus lanjut pulang. Udah sore mau maghrib, angkot mulai jarang tapi akhirnya dapet. Di angkot ada cewe lumayan cakep ngeliatin terus. Gak fokus karena lagi upload foto di path. Sekian lama melototin hp, akhirnya cewe itu bilang kiri trus nengok lagi sebelum akhirnya benar-benar turun. Cuek lagi, fokus ke path. *ngantuk udah jam 9, mungkin aku lelah. Besok lanjut lagi ceritanya*

Tempat Terindah

Tak ada social media yang bisa memberikan rasa nyaman, karena disana hampir tak ada lagi ruang privasi. Ketika kita masuk kesana, kita sudah mengerti bahwa tak ada yang bisa ditutup-tutupi. Semua yang dibagikan akan menjadi konsumsi publik. Akhirnya aku merasa insecure juga. Sampai pada sebuah kesimpulan bahwa tak ada dunia yang lebih indah dari dunia nyata, tak ada tempat paling nyaman dan paling indah selain lantai tempat kita berdiri saat ini. Matikan hpmu sejenak. Lihatlah ke sekitarmu, dan nikmati keindahannya:)

image

image

image

Bahaya Terlalu Banyak Baca Buku!

Judul di atas bukan candaan, ataupun perumpamaan. Tulisan kali ini saya anggap salah satu yang terpenting dari semua isi blog ini. Sekitar 3 tahun yang lalu saya mulai tertarik dengan buku-buku pengembangan diri. Baik yang bersifat motivasi atau teori yang bisa dipraktekan secara ril. Semakin banyak buku yang saya baca, semakin banyak pula wawasan dan pengetahuan mengenai bisnis. Yang ingin saya tekankan adalah jangan dulu baca buku sebelum kamu memulai sesuatu secara nyata. Buku adalah pelengkap, setelah menemui kendala dalam kasus yang nyata, baru kita mencari ilmu mengenai permasalahan tersebut. Jika kita belum terlibat dalam aktivitas yang nyata tapi sudah membaca berbagai teori dan studi kasus maka kamu hanya akan pintar omong saja. Atau bisa jadi kamu malah tidak bisa berkembang karena kamu hanya terpaku pada apa yang disarankan oleh si penulis dalam buku tersebut. Intinya jangan terlalu percaya teori, sebelum kamu membuktikannya sendiri.